• Anggota KKB Ini Akhirnya Menyerahkan Diri, Sempat Tertembak Senjata Miliknya, Tubuh Alami Luka

    Seorang anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) bernama Tendison Enumbi menyerahkan diri dan mengembalikan senjata api yang dimilikinya di Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Proses penyerahan senjata dilakukan oleh Anggota DPRD Puncak Jaya, Koti Weya kepada Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda, di lapangan upacara kantor bupati, di sela kegiatan apel gabungan Senin (22/6/2020) pagi. "Ini merupakan hasil kerja sama dengan melakukan pendekatan dan komunikasi yang kami bangun selama ini, sehingga masyarakat dapat membangun kepercayaan kepada pemerintah," ujar Bupati Puncak Jaya, Yuni Wonda, melalui rilis. Saat menyerahkan diri, Tendinson Enumbi dalam posisi terluka karena tertembak senjata api yang dibawanya sendiri. Ia terluka saat sedang dalam perjalanan dari kampungnya di Distrik Mewoluk menuju Kota…

  • Curiga Saat Malam Pertama, Seorang Pria Nikahi Pengantin Perempuan yang Ternyata Laki-laki

    Nasib pilu dialami oleh seorang pria yang baru saja menikah. Pria tersebut merasa dibohongi oleh sang istri yang ternyata seorang laki laki. Pria yang tertipu dan menikahi laki laki ini diketahui berinisial MU (31). Sedangkan sang istri yang belakangan diketahui merupakan seorang laki laki berinisial MI (25). Peristiwa ini terjadi di Desa Gelogor, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). MU tak pernah menyangka kalau sang istri yang baru dinikahinya ternyata seorang laki laki. Pernikahan yang diharapkan akan membawa kebahagiaan justru berakhir pilu. MU tak menyangka kalau ia menikahi seorang waria. Bahkan MU pun membawa kasus ini ke ranah hukum. Ia melaporkan sang istri, MI, ke polisi lantaran merasa telah dibohongi.…

  • Kondisi Belajar dari Rumah di Sikka, Radio Diletakkan di Atap agar Siswa Tak Ketinggalan Pelajaran

    Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan Belajar dari Rumah di tengah pandemi virus corona atau Covid 19. Pemerintah menyiapkan sejumlah program belajar mengajar agar anak anak bisa belajardari rumah, misalnya belajar secara daring atau online, menyiarkan siaran televisi tentang edukasi dan lainnya. Namun tidak semua anak anak di Indonesia seberuntung mereka yang tinggal di perkotaan dengan akses internet atau siaran televisi yang memadai. Seperti halnya di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Melansir dari Kompas.com, Pemerintah Kabupaten Sikka mencanangkan program belajar mengajar melalui siaran dario Sikka 104.9 FM. Program belajar lewat radio ini telah berjalan sekitar tiga minggu. Tapi, tak seluruh siswa bisa belajar sembari mendengarkan radio dari rumah. Seperti siswa SMPN…

  • Pembina Pramuka Bunuh & Perkosa Siswi SMP di Sekolah & Buang Mayat di Kebun, Padahal Ortu di Gerbang

    Seorang pembina pramuka memperkosa dan membunuh siswi SMP. Perbuatan kejiitudia lakukan di Kabupaten Komering Ulu (OKU)Sumatera Selatan. Pelaku merupakan pria berusia 19 tahun berinisial ASW. Sementara korban gadis berusia 13 tahun berinisial RN. Peristiwa nahas tersebutterjadi pada hari Jumat, 3 April 2020, pukul 09.00 WIB di sekolah RN. Mengenai kasus ini,Kasat Reskrim PolresOKUAKP Wahyu angkat bicara. Di hari pembunuhan, RN diantar oleh orangtuanya ke sekolah. Malam hari sebelum kejadian, RN mendapat pesan dari pelaku. Pesan tersebut dikrimkanpelaku melalui Facebook RN. Dalam pesan tersebut,pelaku meminta RN datang ke sekolah. Pelaku meminta RNuntuk mengikuti kegiatan pramuka. RNyang tak menaruhcuriga pergi ke sekolah. Saat RN masuk, orangtuanya menunggu di depan pagar sekolah. Orangtua…

  • Ada Sekitar 2400 Jiwa Warga Natuna yang Tinggal di Dekat Lokasi Isolasi WNI

    Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti mengatakan dirinya bersama sejumlah jajaran pemerintah daerah Natuna datang ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasi. Ini terkait kekhawatiran penduduk Natuna terhadap adanya karantina WNI dari Wuhan, China. Ngesti mengatakan, pemerintah daerah berusaha melindungi masyarakat Natuna yang berada tak jauh dari lokasi karantina. Dia menjelaskan, ada sekitar 2400 jiwa di dekat hanggar tempat WNI diisolasi. "Ada 2400 jiwa ada di wilayah terdekat (karantina) kami harus lindungi itu," ujarnya pada tayangan Indonesia Lawyers Club bertajuk 'Corona Mengguncang Dunia, Amankah Indonesia' Selasa, (4/2/2020) malam. Pemerintah daerah merasa tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan oleh pemerintah pusat. "Penolakan terjadi karena mereka tak tersosialisasi, kami pemda tidak diajak." "Harusnya kami diikutsertakan,…